Menjadi Sorotan, Benarkah Trotoar di Kota Palembang Tidak Ramah bagi Pejalan Kaki?
Belakangan ini, soal trotoar di Kota Palembang makin sering jadi bahan obrolan. Harusnya, trotoar jadi tempat aman dan nyaman buat pejalan kaki. Tapi kenyataannya, masih banyak warga yang justru merasa sebaliknya. Trotoar yang rusak, dipenuhi pedagang, sampai dipakai parkir kendaraan, jadi pemandangan yang tidak asing lagi.
Ratna (50), misalnya, mengaku sering kesulitan saat berjalan kaki. “Kadang trotoarnya putus, kadang malah dipakai orang jualan. Jadi kita terpaksa turun ke jalan, itu yang bahaya,” katanya. Apa yang dialami Ratna ini juga dirasakan banyak warga lain, trotoar belum sepenuhnya bisa diandalkan.
Hal serupa juga diungkapkan salah satu mahasiswa di kota Palembang, Erwan (21). Menurutnya, masalah trotoar bukan cuma soal ada atau tidak, tapi juga soal perawatan. “Ada yang awalnya bagus, tapi karena tidak dirawat jadi rusak lagi. Kalau hujan, sering tergenang juga,” ujarnya. Ini jadi tanda bahwa perhatian terhadap trotoar belum konsisten.
Meski begitu, tidak semua warga melihatnya secara negatif. Lia (42) menilai sudah ada beberapa titik di Palembang yang trotoarnya cukup baik. “Ada yang sudah bagus, tapi memang belum merata. Masih banyak yang perlu diperbaiki,” katanya. Artinya, upaya pemerintah sudah ada, hanya saja belum dirasakan semua orang.
Dari berbagai cerita warga, terlihat jelas kalau trotoar di Palembang masih punya banyak pekerjaan rumah. Bukan cuma soal membangun, tapi juga menjaga fungsinya agar tetap untuk pejalan kaki. Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin orang akan makin enggan berjalan kaki karena merasa tidak aman.
Ke depan, harapannya tentu sederhana trotoar yang benar-benar bisa dipakai dengan nyaman. Pemerintah perlu lebih tegas soal penertiban, dan masyarakat juga ikut menjaga. Karena pada akhirnya, kota yang nyaman itu bukan cuma soal jalan besar atau gedung tinggi, tapi juga soal ruang kecil seperti trotoar yang sering kita pakai setiap hari.(Dharma Jusuf Bhatoen)




