Cendikiawan.com – Persoalan sampah di Palembang tidak pernah benar-benar selesai. Di beberapa sudut kota, tumpukan sampah masih gampang ditemui baik di pinggir jalan, dekat permukiman, bahkan di tempat yang seharusnya bersih. Bau menyengat kadang sudah jadi “pemandangan” sehari-hari.
Salah satu warga Palembang, Ratna menuturkan bahwa masalah sampah ini sangat mengganggu kenyamanan. “Kadang sampahnya nggak langsung diangkut. Bisa dua hari baru diambil. Kalau hujan, baunya makin parah,” keluhnya.
Hal serupa juga dirasakan Agung (21), driver ojek online. Menurutnya, masalah ini bukan cuma soal petugas. “Masih banyak juga yang buang sampah sembarangan. Lihat aja di pinggir jalan, pasti ada aja,” katanya.
Sampah ini bukan cuma soal teknis, tapi juga soal kebiasaan. Tempat pembuangan sementara sering penuh sebelum waktunya diangkut. Artinya, volume sampah makin banyak, tapi pengelolaannya belum maksimal.
Rika indianti(35), pedagang kaki lima, punya pandangan lain. Ia merasa fasilitas tempat sampah masih kurang. “Kadang mau buang sampah aja bingung tempatnya di mana. Ya akhirnya orang buang sembarangan,” ujarnya.
Hal seperti Ini jadi bukti kalau masalahnya saling terkait fasilitas kurang, kesadaran juga belum merata.
Pemerintah memang sudah berupaya, tapi di mata warga, hasilnya belum terlalu terasa. Harapannya sederhana pengangkutan lebih rutin, fasilitas ditambah, dan aturan ditegakkan dengan serius.
Pada akhirnya, sampah di Palembang ini bukan cuma urusan pemerintah. Ini soal kebiasaan kita juga. Selama masih ada yang cuek buang sampah sembarangan, masalah ini akan terus muncul viral sebentar, lalu dilupakan lagi.(Dharma Jusuf Bhatoen)




